Top ↑ | Archive | Ask me anything

Guess I have a very romantic boyfriend in the world. The left one is a text he sent to everyone he knows, that’s why i got a lot of tweets kind of like that.
The right one, is what he post on his path on my birthday. Huaaa i love him…

lovequotesrus:

Everything you love is here

lovequotesrus:

Everything you love is here

Surat untuk kekasih dimalam ulang tahun ke 20ku.

Selamat tidur kekasihku tercinta. Terimakasih atas usahamu utk mengistimewakan hari ulang tahunku. Terus selalu jaga cintamu ke aku ya. Aku mencintaimu sama besarnya seperti kamu mencintaiku, atau mungkin lebih. Tetap genggam tanganku sayang, apapun yang akan terjadi dengan kita nanti. Jangan berpaling karena aku selalu berada tepat di sampingmu. Jangan khawatir akan aku, karena aku punya kamu. Itu cukup. Aku bisa jaga diriku sendiri. Cukup berdiri tegak menggapai citamu, karena setinggi apapun kamu akan terbang, aku akan terus berada disampingmu berusaha mensejajarkan diri denganmu. Dan apabila kamu jatuh, aku akan tetap disampingmu, menjaga keseimbangan kamu agar kita tetap selalu berdiri menjadi satu kesatuan yang utuh dan baik. Untuk dunia maupun dunia setelah ini.


Salam Cinta,
Kekasihmu yang setiap hari jatuh hati kepadamu.
Juliana Inderadjaja

What me and my boyfriend do after knowing the advantage of LINE.
Kita emng overly attached couple kok. Hehe

BANGSA INI DIBANGUN OLEH BAPAK-BAPAK BANGSA YANG TIDAK PENDENDAM

By : Irfan Amalee

Perhatikan komentar Buya Hamka atas pemenjaraan dirinya oleh Bung Karno,

"Saya tidak pernah dendam kepada orang yang menyakiti saya. Dendam itu termasuk dosa. Selama dua tahun empat bulan saya ditahan, saya merasa semua itu merupakan anugerah yang tiada terhingga dari Allah kepada saya, sehingga saya dapat menyelesaikan Kitab Tafsir Al-Qur’an 30 juz. Bila bukan dalam tahanan, tidak mungkin ada waktu saya untuk mengerjakan dan menyelesaikan pekerjaan itu.”

Meskipun secara politik bersebrangan, Soekarno tetap menghormati keulamaan Hamka.

Menjelang wafatnya, Soekarno berpesan, “Bila aku mati kelak, minta kesediaan Hamka untuk menjadi imam shalat jenazahku…”

Meskipun banyak yang tak setuju, Buya Hamka dengan ikhlas memenuhi wasiat Soekarno memimpin shalat jenazah tokoh yang pernah menjebloskannya ke penjara itu. 

Bangsa ini dibangun oleh para negarawan yang tegas tapi santun …

Karena kritiknya yang tegas pada orde baru, Mohammad Natsir bersama kelompok petisi 50 dicekal.

Natsir dilarang untuk melakukan kunjungan luar negeri seperti mengikuti Konferensi Rabithah Alam Islamy.

Bahkan Natsir tidak mendapat izin untuk ke Malaysia menerima gelar doktor kehormatan dari Universiti Kebangsaan Malaysia dan Universiti Sains Pulau Pinang. 

Di balik kritik yang ia lancarkan, ia tetap bersikap santun.

Misalnya pada beberapa kali perayaan Idul Fitri, ia selalu saja hadir dalam acara silaturahmi di kediaman Soeharto di Cendana, meskipun keberadaannya seringkali tidak ditanggapi oleh Soeharto saat itu. 

Bahkan bukan hanya bersikap santun, ia secara sadar juga turut membantu pemerintahan Orde Baru untuk kepentingan pemerintah sendiri.

Misalnya ia membantu mengontak pemerintah Kuwait agar dapat menanam modal di Indonesia dan meyakinkan pemerintah Jepang tentang kesungguhan Orde Baru membangun ekonomi.

Bangsa ini berdiri karena para founding fathers yang toleran dan penuh empati …

Prawoto Mangkusasmito, Ketua Umum Masyumi setelah Mohammad Natsir, hidup sangat sderhana bahkan tak punya rumah.

Ketua Umum Partai Kristen Indonesia, IJ Kasimo berinisiatif menginisiasi urunan untuk membelikan rumah untuk Prawoto. 

Bangsa ini besar karena kesederhanaan pemimpinnya …

Bung Hatta pernah punya mimpi untuk membeli sepatu Bally. Dia menyimpan guntingan iklan yang memuat alamat penjualnya.

Ia kemudian menabung, mengumpulkan uangnya sedikit demi sedikit agar bisa membeli sepatu idaman tersebut.

Namun, apa yang terjadi?

Ternyata uang tabungan tidak pernah mencukupi untuk membeli sepatu Bally. Uang tabungannya terambil untuk keperluan rumah tangga atau untuk membantu orang-orang yang datang kepadanya guna meminta pertolongan. Alhasil, keinginan Bung Hatta untuk membeli sepasang sepatu Bally tak pernah kesampaian hingga akhir hayatnya.

Bahkan, yang lebih mengharukan, ternyata hingga wafat, guntingan iklan sepatu Bally tersebut masih tersimpan dengan baik. 

Bangsa ini kokoh karena pemimpinnya menjunjung fairness …

Ketika hubungan Soekarno dan Hatta merenggang, beberapa orang yang pro Soekarno tidak mencantumkan nama Hatta pada teks proklamasi.

Soekarno dengan marah menegur, “Orang boleh benci pada seseorang! Aku kadang-kadang saling gebug dengan Hatta!! Tapi menghilangkan Hatta dari teks proooklaamaasii, itu perbuatan pengecut!!!”. 

Hari ini kita menentukan apakah bangsa ini jadi pemenang atau pengecut.

Jadi besar atau kerdil.

Jadi pemaaf atau pendendam.

Jadi penuh empati atau suka menghakimi.

Jadi penyebar damai atau penebar fitnah.

Yang akan menentukan masa depan bangsa ini bukan hanya siapa yang terpilih, tapi juga bagaimana sikap pendukungnya.

Bukan hanya siapa yang menang, tapi bagaimana sikap yang kalah.

Semoga Allah menyelamatkan bangsa ini … Aamiin..

(Nothing to be) bored

I’m in 7 or 8 months relationship with my boyfriend right now. Before I’m in relationship with him, im single for 2 - 3 years.

When I’m single, I’m always wondering, why does people fell in love all over again with their lover? How can they are not bored with common questions like ‘what ya doin? Where are u? Have u eat something? What do you eat?’ Every single day they sent to her boyfriend? What exactly they’re having fun just with one person in their life when they can have any? Why they hurt their-self with mad-with-their-lover or arguing or spent whole their time with lover and forgot friend?

Those are commons questions in my head seeing my friend’s relationship.
I ever had a relationship before this one, the longest time was 5 months, and the others is never went to 1 month.

I have relationship with them because i have fun with them, but when there are no ‘sparks’ between us, and i guess ita time to cut off the communication. I always regret my decision to have a relationship with them. Because, i dont know. I feel like i was drunk when i accept them as my boyfriend. It was like “omg, what the fuck am i doing have a relationship with these kind of boys?”

But, however, i thank them too for helping me make me the way i am right now. I can not be me today without my yesterday, and they are my yesterday so i thank them. Thank you gentlemen.

So, back to the story, In my recent relationship, yep I know maybe I drunk when I decided to be in relationship with my boyfriend. Everything is going so fast. The first month, i’m still waking up my self, are you drunk?, but yeah.. I realize he is the kindest and most polite human being ive ever met. And all the checklist, been checked on him!

And all my question above is answered when I’m with him. And the answer is.. I dont know, I just did. i miss him all the time, i fall in love so hardly with him, and it just make sense to me, there is nothing wrong when two people is fall in love with each other.

Bukan Postingan Galau

Bulan-bulan seperti sekarang banyak sekali postingan tentang sidang skripsi dll..
Ikut seneng liat senior-senior yang udah pada wisuda. Tapi kok gue agak ngerasa sedih ya. Tahun depan gue bakal wisuda tpi bukan sarjana. Mungkin pada saat gue wisuda sarjana temen2 seangkatan yang sekolah sarjana udah lama banget lulus.
Sedih banget rasanya ngeliat senior yang dikasih ucapan selamat saat sidang sarjana sama temen-temen nya seangkatan di beda fakultas.
Cause i’ll never feel this way.

Tapi kok, makin gue nulis ini gue ngerasa gue gak seburuk itu.
Temen-tmen gue divokasi tuh deketnya udah kayak anak sma. Gue seangkatan cuma 34 orang. Dengan matkul yang sama dan kadang kelas yang samaan terus. Nantipun gue akan diwisuda bareng dan lulus sarjana bareng.
amin.

Gue bakal usaha untuk terus belajar. Sukses itu dimulai dari dalam diri.
Hidup kan bukan kayak main the sims, we get everything we want. Tapi hidup, kita hanya bisa niatkan, usahakan, sisanya serahkan pada Tuhan. Saat kita gak dapet apa yang kita inginkan, ya mungkin emng bukan saatnya. Seperti bayi yang belajar jalan. Dia gak langsung lari. Dia merangkak, berdiri, jatuh, tapi terus bangkit hingga akhirnya mampu berlari kencang.
Lantas, nikmat Tuhan yg mana yang kamu dustakan?